Sering Direkomendasikan, Seefektif Apa Brace untuk Mengatasi Skoliosis?

Sering Direkomendasikan, Seefektif Apa Brace untuk Mengatasi Skoliosis?

Banyak penderita skoliosis yang memilih terapi brace skoliosis Indonesia untuk mengoreksi tulang belakang mereka, terutama bagi mereka dengan kondisi kelainan tulang belakang yang masih ringan. Kendati terjangkau dan aman, mengenakan brace atau penunjang harus dilakukan sesuai prosedur untuk mencegah risiko. Selain itu, hanya pasien dengan kriteria tertentu yang disarankan untuk menggunakannya.

Siapa yang bisa memakai brace skoliosis?

Dikutip dari laman Liputan6, Ahli fisiologi dan anatomi Labana Simanihuruk, B. Sc., mengungkapkan penderita skoliosis dengan kemiringan tulang di bawah 60 derajat adalah kelompok yang masih bisa melakukan bracing. Sementara pasien yang tulang belakangnya sudah melebihi 60 derajat disarankan menjalani operasi.

Labana menambahkan, operasi memang mampu mengembalikan kondisi tulang belakang, tetapi pasien perlu mengantisipasi risiko yang datang di kemudian hari. Keluhan seperti luka atau iritasi yang bisa muncul akibat terjatuh kadang mengharuskan penderita skoliosis untuk operasi lagi. Pertambahan usia pun bakal membuat risiko bertambah, terutama kalau kondisi kesehatan menurun.

Bagaimana dengan bracing? Selama mengikuti prosedur, metode ini tak akan menimbulkan risiko fatal pada penderita skoliosis. Kalaupun gagal, bracing tak akan meninggalkan beban pada pasien. Selain itu, Anda juga dapat memilih jenis bracing sesuai anjuran dokter, antara lain:

  • Rigid brace. Jenis bracing ini menggunakan penunjang berbahan kaku dan keras yang berfungsi memberikan tekanan pada sejumlah titik di tulang punggung. Tujuannya adalah menghambat tumbuhnya kemiringan pada tulang;
  • Dynamic brace. Dengan bahan lebih empuk dan lunak, penunjang pada jenis bracing ini ditujukan untuk menghambat kurva kemiringan, sehingga postur tubuh penderita skoliosis bisa dijaga dengan benar.

Baik rigid brace maupun dynamic brace sama-sama mampu menghambat laju kemiringan tulang walau tak bisa meluruskan tulang punggu ke bentuk semula atau secara permanen. Maka dari itu, Anda harus memakainya secara rutin dan sesuai petunjuk agar tulang belakang tak mudah miring.

Apakah brace sudah cukup aman dalam menangani skoliosis?

Berdasarkan American Association of Neurological Surgeon (AANS), brace terbilang efektif dalam menghambat pertumbuhan skoliosis pada kurang lebih 80% pengidap. Riset ini pun meyakini efektivitas brace semakin terasa saat sering digunakan. Sementara rata-rata penggunaan yang dianjurkan adalah 16 sampai 23 jam per hari dan dihentikan saat masa pertumbuhan berakhir.

Jika brace harus berhenti dipakai selepas masa pertumbuhan, lantas bagaimana nasib penderita skoliosis di usia dewasa? Untuk itu, diperlukan perawatan lanjutan agar kemiringan tulang belakang tak bertambah.

Dalam hal ini, fisioterapi seperti physiotherapy scoliosis specific exercises (PSSE) dapat dilakukan sebagai bentuk pencegahan progresivitas skoliosis. Selain itu, pasien juga tak akan sering mengalami nyeri pada punggung. Latihan fisik seperti berenang dengan gaya punggung dan gaya bebas biasanya disarankan untuk mengoptimalkan hasil penggunaan brace dan fisioterapi pada pasien usia dewasa.

 

 

 

Kesehatan